Milestone, pengunjung ke-1000
Angka di stat counter menunjukkan susunan angka berderet lima. Sahabat saya, Prasetyo Budi Mulyo, ternyata telah meluangkan waktunya pada hari minggu (17/10/2010) untuk menjadi pengunjung ke-10.000 dan lalu mengabadikannya dalam wujud gambar seperti diatas. Selain capaian 10.000 pengunjung, hal lainnya adalah genap empat tahun usia blog Bangun Suporter ini pada tanggal 16 September 2010. Bagi saya ini adalah milestone. Meski terkesan dangkal sebab baru sebatas pencapaian usia dan kunjungan bukan sesuatu atau prestasi hebat lainnya. Namun ini tetaplah suatu momentum emas sekaligus kesempatan baik untuk melakukan aktivitas retrospeksi dan introspeksi.
Ellis Park Stadium, Afrika Selatan

(Tulisan ini dimuat di Tabloid Bola edisi Senin 19 Juli 2010, kolom Feature hlm 12, dengan judul Hikmah Lukisan Afrika Selatan)

Jika diumpamakan lukisan, Piala Dunia 2010 seperti baru saja memulaskan warna terakhirnya. La Furia Roja Spanyol dan Oranje Belanda adalah salah satu warna dominan pada the greatest show on earth kali ini. Orientasi pada kemenangan dan ikhtiar bermain cantik telah membawa mereka ke stadion Soccer City, Johannesburg. Di Final pertamanya, Spanyol akhirnya menjadi juara baru. Negara pertama dari benua Eropa yang juara di luar benuanya. Setelah drama lapangan hijau berdurasi 120 menit lebih berlalu, terlihatlah wajah-wajah cerah Iker Casillas cum suis. Kegembiraan massif juga meledak di Madrid dan kota-kota lain di seluruh dunia juga di Indonesia, maka sebuah selebrasi global sedang terjadi. Arjun Appadurai dalam bukunya Modernity at Large: Cultural Dimension of Globalization, menjelaskan fenomena selebrasi transnasional ini disebut ideoscapes. Salah satu dari lima arus global yaitu dimensi interkoneksi yang menembus ruang dan waktu dalam hal etnis, teknologi, keuangan, media, dan ideologi. Pesta pun tak sungkan digelar di Catalonia, wilayah yang getol ingin memisahkan diri dari Spanyol.

Meissner/AP
Beberapa jam yang lalu, De Oranje Belanda menjadi tim pertama yang meraih tiket ke final. Keberhasilan melaju ke partai puncak yang akan dihelat di Soccer City Johannesburg bagi Belanda adalah keberhasilan yang ketiga setelah sebelumnya di Piala Dunia 1974 dan 1978. Sedangkan kemenangan 3-2 atas Uruguay menjadikan Belanda sebagai satu-satunya tim yang selalu menang sepanjang turnamen. Dan hebatnya, prestasi nir-kekalahan ini hanya bisa disamai oleh Selandia Baru!

football-italia.net

Dua puluh tahun silam, di sebuah kamar sempit. Seorang bocah duduk dengan pikiran bingung. Pandangannya kerap berganti antara tumpukan poster pemain sepakbola dan dinding kamar yang (ternyata) sudah penuh dengan gambar sejenis. Ada empat sisi dinding semen salah satunya penuh tertutup lemari lebar, tiga sisi lainnya separuh ke atas sudah terisi gambar. Beberapa saat kemudian, dia sibuk mematut-matutkan poster yang baru dibelinya pedagang kaki lima di pasar itu di dinding. Sejumlah poster lawas kemudian dilepas untuk memberi tempat pada “pemain” baru.



Sebagai hajatan yang disemati title the greatest show on earth, mestilah banyak hal unik menarik yang bisa kita simak. Sejak momentum penunjukan oleh FIFA, persiapan baik infrastruktur, seremoni pembukaan hingga akhirnya nanti saat seorang dengan berbalut ban kapten mengangkat trophy hasil karya Silvio Gazzaniga adalah rangkaian cerita-cerita kecil yang akan membentuk narasi besar Piala Dunia pertama di benua Afrika. Dan kini, hingga selesainya fase 16 besar, pesta sepak bola itu diantaranya sudah berkisah tentang tiga juara dunia yang tersingkir dari ajang ini. Italia dan Prancis yang masing-masing datang sebagai finalis Piala Dunia edisi ke-18 dipaksa angkat koper pagi-pagi dengan status juru kunci di grupnya masing-masing. Sedangkan juara dunia 1966, Inggris, remuk oleh tim Panzer Jerman pada fase 16 besar.


Liga-liga sepak bola terkemuka di benua biru Eropa telah mengakhiri kompetisinya. Ketatnya kompetisi English Premiere League telah menghasilkan Manchester United sebagai Champion, FC Barcelona pun menjadi el campeone La Liga BBVA Primera Division Spanyol, sedangkan pemilik terkini titel Deutscher Meister Bundesliga Jerman adalah Vfl Wolfsburg. Internazionale menjadi campioni d’Italia sekaligus meraih scudetto-nya yang ke-17 di Serie A Lega Calcio, dan Bordeaux ditahbiskan sebagai champion du France setelah memenangi laga terakhir Ligue 1. Ada pesta, ada selebrasi atas keberhasilan meraih gelar kejayaan, ada tangis kesedihan dan keluh frustasi bagi klub-klub yang terdegradasi.


Calon host World Cup 2018 and 2022 (bbc.co.uk)

Sungguh tak dinyana, ternyata blog Bangun Suporter ini mengalami pakum dan rumpang selama lebih dari setengah tahun. Ada banyak sebab dan alibi yang melatari terjadinya kekosongan kontribusi ini. Yang pertama, keprihatinan teramat dalam yang nyaris menuju pada sikap ignoransi seorang suporter akibat bertaburnya harum-scarum di ranah sepak bola nasional. Prestasi membanggakan belum kunjung tiba sedang permasalahan demi permasalahan justru silih berganti datang menyambangi tiada henti. Perubahan dan revolusi PSSI menjadi sekadar utopia, setiap kritik dan bahkan himbauan dari figur kuat seperti wakil presiden, menteri pemuda dan olahraga, ketua umum KONI pun hanya menjadi angin lalu. Perubahan telah menjadi sebuah tulisan kosong dan hening tak terdengar seperti pada posting Revolusia PSSI. Yang kedua, bergabung dengan BIGREDS (Bold Indonesian Group of Reds Supporters), wadah resmi penggemar klub Liverpool FC di Indonesia, sebagai membernya. Selain sebagai partisipasi untuk menyumbang sesuatu yang lebih nyata, membuka lebih luas cakrawala, menggali ilmunya, mereguk pengalamannya, dan menyerap inspirasinya. Juga sebagai katup pengaman akan potensi mentoknya sumbangsih sebagai suporter sepak bola nasional.